NB: Aksara Kamboja tidak terbaca? Unduh Aksara Kamboja di sini, karena tulisan ini mengandung Aksara Kamboja.
Bahasa Khmer, atau Bahasa Kamboja, merupakan bahasa masyarakat Khmer dan bahasa resmi di Negara Kamboja. Penutur bahasa ini mencapai lebih dari 15 juta orang (2009) di negaranya maupun di seluruh dunia. Seperti bahasa lainnya di Asia Tenggara, Bahasa Khmer banyak dipengaruhi oleh Bahasa Sanskerta dan Bahasa Pali khususnya pada kosakata yang berkaitan dengan kerajaan maupun agama, yang masuk pada saat penyebaran agama Hindu dan Budha berlangsung. Bahasa Khmer juga merupakan bahasa tertulis pertama yang pernah tercatat dari rumpun bahasa Mon-Khmer.
Khmer mempunyai tulisan, yang disebut Aksara Khmer. Tulisan Khmer merupakan sebuah aksara karena setiap huruf merupakan sebuah suku kata. Tulisan tersebut mirip seperti bahasa-bahasa yang ada di Nusantara, misalnya Bahasa Batak, Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Bali, dan Bahasa Bugis.
Bahasa Khmer tidak termasuk dalam Bahasa Nada seperti bahasa tetangganya Thailand, Laos, dan Vietnam. Terdapat lima logat utama yang umum dipakai di Kamboja, dan masing-masing logat dapat mudah dipahami oleh logat lainnya, yaitu:
- Battambang, logat di daerah Kamboja bagian utara.
- Phnom Penh, logat di ibukota dan juga dipakai hampir di seluruh wilayah Kamboja.
- Khmer Surin (Logat Utara), logat yang dipakai dekat perbatasan Thailand timur laut di utara Kamboja.
- Khmer Krom (Logat Selatan), logat yang banyak dipakai di daerah muara Sungai Mekong di Kamboja bagian selatan.
- Khmer Kardamom, bentuk logat lama yang dipakai oleh masyarakat di Pegunungan Kardamom di Kamboja bagian barat.
អក្សរខ្មែរ (baca: aksor Khmer, arti: aksara Khmer)
Bahasa Khmer menggunakan Akkharokrom Khemoro Pheasa (Tulisan Bahasa Khmer) atau Aksara Khmer.
អក្ខរក្រមខេមរភាសា (baca: akkharokrom khemoro pheasa, arti: aksara Khmer bahasa)
Umumnya Aksara Khmer terbentuk dari Aksara Pallawa di India, yang juga membentuk aksara di Nusantara. Prasasti dengan aksara Khmer tertua ditemukan di Angkor Borei di Propinsi Takew, sebelah selatan Phnom Penh, bertanggal 611 sebelum masehi. Dari prasasti itu perubahan tulisan Khmer dari masa ke masa dapat ditelusuri menjadi sebagai berikut:
- Han Chey, kira-kira pada abad ke-6
- Weal Kan Teng, akhir abad ke-6 atau awal abad ke-7
- Ang Chomney Kor, kira-kira tahun 667 masehi
- Inn Kor Sey, kira-kira tahun 970 masehi
- Preash Keo, kira-kira tahun 1002 masehi
- Nor Korr, kira-kira tahun 1066 masehi
- Banteay Chmar, awal abad ke-12 atau ke-13
- Angkor Wat, kira-kira abad ke-13
- Angkor, pada tahun 1702
Aksara Khmer terdiri dari dua kelompok, dan beberapa huruf hidup. dan huruf hidup dari tiap kelompok aksara tersebut akan berbeda saat dibaca. Pengertian “aksara” di sini mengacu kepada konsonan (huruf mati), sementara huruf hidup tidak termasuk dalam pengertian “aksara”. Umumnya huruf hidup mempunyai dua kemungkinan ejaan tergantung pada kelompok aksara mana huruf hidup itu berdekatan. Jika suatu aksara tidak diikuti huruf hidup, biasanya huruf hidup bawaan dari aksara akan diucapkan, misalnya ka, kha, ko, kho, ca, cha, co, dan cho. Huruf hidup sendiri masih terbagi dalam dua kelompok, yaitu huruf hidup yang berdiri sendiri (huruf hidup) dan huruf hidup yang bergantung (huruf hidup gantung). Huruf hidup gantung lebih sering dipakai daripada huruf hidup dan ejaannya akan berubah jika huruf hidup dan huruf hidup gantung dipadukan. Selain itu, bahasa Khmer juga memiliki sejumlah ‘tanda ucap’ yang dapat mengubah ejaan sebuah aksara atau huruf hidup. Tanda Ucap, dalam bahasa Inggris diartikan menjadi diacritics, yaitu suatu bentuk huruf yang biasanya diletakkan di atas atau bawah huruf, yang mengubah ucapan atau nada dari huruf yang digandengnya. Contoh huruf yang memiliki tanda ucap dalam abjad adalah â, ç, é, ï, dan ò.
Gaya Tulisan
Aksara Khmer memiliki beberapa gaya penulisan yang digunakan untuk tujuan yang berbeda, yaitu:
- ‘Aksor crieng’ merujuk kepada tulisan miring yang merupakan gaya tulisan sangat umum digunakan. Tulisan miring di sini tidak sama penggunaannya seperti yang biasa diterapkan dalam penulisan Bahasa Indonesia. Jika memakai gaya tulisan miring, maka seluruh tulisan, dalam sebuah buku atau bacaan lain, menggunakan ‘aksor chrieng’.
អក្សរជ្រៀង (baca: aksor crieng, arti: aksara miring) - ‘Aksor chor’ merujuk kepada segala bentuk gaya tulisan tegak. Aksara tegak tidak seperti ‘aksor chrieng’, bukanlah gaya tulisan umum di Kamboja, namun untuk memudahkan pembacaan di komputer maupun bentuk penerbitan cetak lainnya, maka tulisan tegak mulai banyak digunakan.
អក្សរឈរ (baca: aksor chor, arti: aksara tegak) - ‘Aksor mul’ adalah bentuk melingkar yang biasa digunakan sebagai judul atau kepala surat dalam berkas-berkas, buku, mata uang, spanduk maupun pengumuman berbahasa Kamboja. Naskah keagamaan yang ditulis pada daun lontar menggunakan gaya tulisan jenis ini. Sering juga digunakan untuk menuliskan nama kerajaan untuk membedakan huruf di sekelilingnya yang menggunakan gaya tulisan biasa. Beberapa aksara akan mengalami perubahan bentuk tulisan jika menggunakan gaya tulisan ini.
អក្សរមូល (baca: aksor mul, arti: aksara melingkar) - ‘Aksor khom’ adalah bentuk lain dari ‘aksor mul’, dengan sedikit perbedaan.
អក្សរខម (baca: aksor khom, arti: aksara bulat) អក្សរខំ (baca: aksor khom)
bisa minta software utk tulis akasara khmer??