Kung Si Fa Cai

Kung Si Fa Cai, atau yang lebih sering kita jumpai dengan Gong Xi Fa Cai adalah ucapan selamat pada saat tahun baru Imlek diantara mereka yang merayakan.

Dalam bahasa Mandarin ditulis:

恭喜发财

| Meninggalkan komentar

Beda “it is no use” dengan “It is useless”

Menggunakan bahasa Inggris, memang mudah tapi sulit. Sekarang saya tanya, bagaimana mengalihbahasakan “itu tidak ada gunanya” ke dalam Bahasa Inggris?

Anda akan berpikir bahwa

  • Itu = it (ditambah to be) is
  • Tidak ada = no
  • Gunanya = use (tanpa menerjemahkan ‘-nya’)

Maka, dalam Bahasa Inggris menjadi

“It is no use.”
“Itu tidak ada gunanya.”

Tapi dijawab oleh yang lain, bahwa Bahasa Inggris mempunyai banyak Istilah (atau idioms) sehingga akan terdengar lebih tepat dengan kalimat ini,

“It is useless”
“Itu tidak ada gunanya.”

Serupa memang, dan cukup masuk akal jika keduanya diartikan sebagai “itu tidak ada gunanya”.
Tapi sekarang, saya tergelitik untuk bertanya. Apa bedanya kedua kalimat bahasa inggris tersebut?

Apa bedanya “it is no use” dengan “it is useless“?

Menurut kamus dalam jaringan yang saya gunakan, “it is no use” dengan “it is useless” adalah serupa tapi tak sama.

It is no use

Dalam beberapa bahasan, it is no use memang berarti itu tidak ada gunanya. Namun, penggunaan it is no use harus diikuti oleh bentuk kata kerja -ing (V-ing).

Misalnya,

  • It’s no use doing that. (Tidak ada gunanya melakukan itu.).
  • It’s no use trying, it won’t work. (Tidak ada gunanya mencoba, itu tidak akan bekerja).
  • It’s no use shouting at me, (because) I can’t hear you. (Tidak ada gunanya berteriak pada saya. Saya tak bisa mendengarmu).
  • It’s no use getting upset about it, there’s nothing that can be done. (Tidak ada gunanya menyesali itu, tidak ada yang dapat dilakukan).

Dapat disimpulkan bahwa padanan kata “it is no use” adalah sebagai “itu tidak ada gunanya”, “itu tidak ada manfaatnya”, atau “itu tidak ada faedahnya”. Dilihat dari segi kegiatan atau kelakuan yang tidak ada gunanya.

It is no use writing this blog! (Tidak ada gunanya menulis muatan jejaring ini.)

It is useless

It is useless berarti “tidak berguna”. Dalam beberapa bahasan, penggunaan it is useless diikuti dengan to (verb).

Misalnya,

  • It is useless to think about them much. (Percuma memikirkan mereka).
  • It is useless to resist them. (Sia-sia menentang mereka).
  • It is useless to conceal the truth any longer. (Percuma menyembunyikan kenyataan lama-lama).
  • It is useless to reason with him. (Sia-sia beralasan dengannya).

Dapat disimpulkan bahwa padanan kata “it is useless” adalah sebagai “itu tidak berguna”, “itu percuma saja”, atau “itu sia-sia”. Dilihat dari sifat atas sesuatu hal (kata benda).

Apa Bedanya?

Perhatikan baik-baik kalimat ini.

It is no use calling with this phone, because it is useless.
(Tidak ada gunanya menggunakan telepon ini. Karena itu sia-sia).

It is no use menyatakan tidak ada gunanya atau tidak ada manfaatnya untuk melakukan sesuatu, sementara it is useless menyatakan sifat atas sesuatu yang percuma atau sia-sia.

CMIIW! (Perbaiki kalau saya salah!)

Dipublikasi di Inggris | 2 Komentar

Penggabungan Lambang Huruf Mati dengan Lambang Huruf Hidup Ganda

Bagaimana penggabungan antara lambang huruf mati dengan lambang huruf hidup ganda?

Apabila lambang huruf hidup ganda yang digunakan, seperti ㅚ (oe), ㅟ (wi), ㅢ (yi), ㅝ (wo), ㅘ (wa), ㅝ (wo), ㅙ (wae), dan ㅞ (we), maka lambang huruf hidup awal dapat disisipkan di bagian kiri atas (perhatikan bahwa di bagian kiri atas terdapat ruang kosong). Berikut ini adalah contoh-contohnya:

ㅎ + ㅘ = 화 (h + wa = hwa)
ㅇ + ㅝ + ㄴ = 원 (- + wo + n = won)
ᄀ + ㅙ + ᄋ = 괭 (k + wae + ng = kwaeng)

Kembali ke Bahasa Korea

Dipublikasi di Korea | Meninggalkan komentar

Penggabungan Lambang Huruf Hidup yang Mendatar

Bukankah ada lambang huruf hidup yang berbentuk mendatar? Bagaimana cara menyusunnya?

Apabila Lambang Huruf Hidup berbentuk mendatar, seperti ㅗ (o), ㅜ (u), ㅡ (eu), ㅛ (yo), dan ㅠ (yu), maka Lambang Huruf Hidup ditulis bukan pada bagian kanan atas, tetapi pada bagian bawah Lambang Huruf Mati Awal. Misalnya, lambang huruf mati ㅇ digabung dengan lambang huruf hidup ㅛ (yo) akan menjadi 요 (yo).

ㅇ + ㅛ = 요 (- + yo = yo)

Berikut ini adalah contoh – contoh lainnya:

ㄱ + ㅜ + ㄱ = 국 (k + u + k = kuk)
ㅎ + ㅡ + ㄹ + ㄱ = 흙 (h + eu + l + k = heul’)

Lanjut! | Kembali ke Bahasa Korea

Dipublikasi di Korea | Meninggalkan komentar

Suku Kata Diawali Huruf Hidup

Setelah memahami cara menggabung lambang huruf dalam aksara Korea menjadi satu suku kata, mungkin anda akan bertanya, “Bagaimana penggabungan suatu suku kata yang diawali huruf hidup?”.

Apabila suku kata diawali huruf hidup, penulisan di dalam aksara Hangeul tetap menggunakan lambang huruf mati ㅇ digabung dengan lambang huruf hidup lain. Seperti diberitahukan sebelumnya, lambang huruf mati ㅇ dibaca tiada bunyi atau dibaca ng. Tiada bunyi apabila digunakan pada awal suku kata. Apabila berada di akhir suku kata akan dibaca ng. Demi keselarasan dalam tata penulisan aksara Hangul, selalu menggunakan lambang huruf mati ㅇ sebagai awal suku kata huruf hidup. Berikut ini adalah contoh-contohnya:

ㅇ + ㅣ = 이 (- + i = i)
ㅇ + ㅑ + ㅇ = 양 (- + ya + ng = yang)
ㅇ + ㅣ + ㄹ + ㄱ = 읽 (- + i + l + k = il’)

Sehingga, seluruh suku kata pasti selalu diawali oleh lambang huruf mati walaupun mungkin tiada bunyi.

Lanjut! | Kembali ke Bahasa Korea

Dipublikasi di Korea | Meninggalkan komentar

Menyusun Lambang Huruf Menjadi Suku Kata

Setelah sebelumnya kita mengenal Lambang Huruf Hidup Hangeul (모음) dan Lambang Huruf Mati Hangeul (자음), maka kini saatnya membentuk satu suku kata dalam aksara Hangeul.

Satuan dasar aksara Hangeul adalah suku kata. Jadi satu aksara sama dengan satu suku kata, bukan satu huruf. Satu suku kata tersebut setidaknya terdiri dari satu lambang huruf mati dan satu lambang huruf hidup. Misalnya, lambang huruf mati ㄴ (n) digabung dengan lambang huruf hidup ㅏ (a) menjadi 나 (na, satu suku kata).

ㄴ + ㅏ = 나 (n + a = na)

Satu suku kata dapat terdiri dari satu lambang huruf mati di awal, satu lambang huruf hidup, dan satu atau dua lambang huruf mati di akhir. Misalnya, lambang huruf mati ㅎ (h) digabung dengan lambang huruf hidup ㅏ (a) dan digabung lagi dengan lambang huruf mati ㄴ (n) menjadi 한 (han, satu suku kata).

ㅎ + ㅏ + ㄴ = 한 (h + a + n = han)

Perlu diingat bahwa Lambang huruf mati akhir harus selalu diletakkan di sebelah bawah, bukan di samping.
Begitu pula dengan suku kata 핥 (hal’) merupakan gabungan dari lambang huruf mati ㅎ (h), lambang huruf hidup ㅏ (a), dan dua lambang huruf mati ㄹ (l) dan ㅌ (th).

ㅎ + ㅏ + ㄹ + ㅌ = 핥 (h + a + l + th = hal’)

Dengan demikian, dapat dikelompokkan bahwa satu aksara Hangeul terdiri dari empat bagian, yaitu bagian kiri atas (diisi oleh lambang huruf mati), kanan atas (diisi oleh lambang huruf hidup), kiri bawah (diisi oleh lambang huruf mati), dan kanan bawah (jika ada, diisi dengan lambang huruf mati).
Apabila dituangkan ke dalam sebuah kotak, maka gambar susunannya akan menjadi sebagai berikut:

Lanjut! | Kembali ke Bahasa Korea

Dipublikasi di Korea | Meninggalkan komentar

Lambang Huruf Mati Hangeul (자음)

Berikut ini, 19 lambang huruf mati dalam aksara Hangeul yang ditunjukkan sebagai berikut:

  • k (seperti k dalam kandang)

  • n (seperti n dalam nasi)

  • r (seperti r dalam rak) atau l (seperti l dalam lap)

  • m (seperti m dalam emas)

  • p (seperti p dalam perak)

  • s (seperti s dalam susu)

  • tiada bunyi atau ng (seperti ng dalam kambing)

  • c (seperti c dalam cacing)

  • h (seperti h dalam hari)

  • ch (menyebut c dengan hembusan ‘h’)

  • kh (menyebut k dengan hembusan ‘h’, seperti menyebut ‘kah’ tanpa a)

  • th (menyebut t dengan hembusan ‘h’, seperti th dalam Thailand)

  • ph (menyebut p dengan hembusan ‘h’)

  • kk (menyebut k dengan tekanan, lebih tipis dari g)

  • tt (menyebut t dengan tekanan, lebih tipis dari d)

  • pp (menyebut p dengan tekanan, lebih tipis dari b)

  • ss (menyebut s dengan tekanan, lebih tipis dari z)

  • cc (menyebut c dengan tekanan, lebih tipis dari j)

Lanjut! | Kembali ke Bahasa Korea

| Meninggalkan komentar